U.D.N.I.R Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

U.D.N.I.R



(..)


Andai saja aku bisa membongkar “KHAYANGAN” dan menemukan buku yang menyimpan semua kisah tentang kita, akan aku robek pada halaman terakhirnya.

Bolehkah aku egois sepertimu, menyimpan banyak hal tentang bagaimana menahan dan menyimpan rasa yang sangat kau tutup dan tak sempat tersampaikan.

22:34 pm. Di penghujung malam itu ketika aku hendak merapih kan pakaian yang masih tertumpuk di dalam sebuah kotak berwarna coklat. Awalnya aku tak ingin membukanya, penasaran adalah salah satu rasa yang setiap orang tidak bisa menghidar inya. Seperti hanya rindu, tak ada satu orng pun yang bisa menghindari sebuah rasa karena rindu itu curang, karna pada akhirnya masing-masing dari kita saling pura-pura tidak rindu.



Saat suatu malam itu kamu memutuskan untuk pergi dan aku sedang merasakan hujan di bulan juli, sedikit menghela nafas untuk semua yang membebaniku malam itu “huuuufftt, dia yang pernah mengecewaka mu tidak selalu karena dia jahat, tapi karena dia hanya manusia yang sifatnya terbatas. 

Sebenarnya masih ingin bercerita tentang rindu yang sama, tertawa dan saling menatap "seraya mengatakan kepada Allah" “ku sayang kamu Nyonya”. 

Sebenarnya masih ingin bercerita tentang kemanjaan nya kamu ketika km takut pada gelap, ketika km takut akan petir, dan ketika kamu yang suka makan pedas. 

Apakah kamu masih selembut dahulu memintaku menemanimu hingga tertidur lelap, apakah kamu masih selembut dahulu mengingatkan untuk mulai berdoa sebelum tidur.

Apakah kamu masih selembut dahulu mengingatkanku minum susu dikala pagi itu, dan apakah kamu masih selembut dahulu memintaku untuk selalu membawa payung padahal hari itu tak ada gemuruh petir

Apakah kamu melihat rintikan hujan dikala sore itu jatuh dari atas langit, sebanyak itulah aku pernah merindukanmu.


Komentar

Postingan Populer