Kamu Apa Kabar "Di Surga"..? Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Kamu Apa Kabar "Di Surga"..?


·        Kamu apa kabar disurga?

Beberapa rindu hanya bisa dilarung oleh air mata, karena takdir tak pernah bertanya sedalam apa kamu mencintai seseorang. Menikmati rindu-rindu yang pernah ada. Aku pernah membuatkanmu secangkir teh hangat dalam gelas-gelas kaca yang kini retak termakan waktu, tentang kamu aku pernah dengarkan semuanya dengan kesunyian detak nadiku, kamu tetap yang terbaik, pernah membasuh lelahku dengan tenangmu. Akan tetepi semesta berkata untukku, tetap berjalan dengan bayang-bayang yang tak pernah berlari dan tetap bernafas pada sela jantung ini, aku hanyalah manusia biasa ada kalanya aku tak baik-baik saja, aku perlu kecewa, aku perlu sedih wajar tak sempurna. Tapi menyimpan rasa sendirian kini menjadi tugas yang selalu aku rasakan setiap harinya. 



Tanpa tergesa aku menghela nafasku kembali, aku tak pernah meminta jatuh cinta kembali setelah aku bertanya pada malam, aku bertanya kepada sunyi, aku bertanya kepada rintik hujan dan awan gelap tanpa gemuruh petir, kamu apa kabar disana? Tanya dalam rinduku, semoga kamu baik-baik saja disana. Beri aku waktu sedikit saja untuk tetap menatap kembali wajahmu dalam mata tertutup hanya terdengar suara angin berbisik untuk membuka kembali mata ini dan menjalani hari-hari itu selanjutnya, tanpa kamu.


Komentar

Postingan Populer