peta TAKDIR Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

peta TAKDIR



Kita tidak tahu dan pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu, benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti pada akhirnya, yang bisa membuktikan hanya waktu. Jangan mencari orang yang bisa menyelesaikan semua permasalahan mu, tapi carilah seseorang yang bisa bertahan memecahkan permasalahan itu bersamamu. Kamu tidak bisa menggunting peta takdir, agar tidak perlu melewati banyak hal, dan langsung sampai di tempat yang kamu tuju, tetapi bagaimana memulai dan mempelajari apapun yang semesta beri dan bagaimana cara kamu bertahan melintasi setiap titik proses. 

 




📌

Mendewasalah pada pilihan yang kamu pilih, janganlah terus terjebak pada repetisi yang sama. Kehidupan telah mengajarkan kita kalau cinta tidak berisi hanya saling memandang, tapi cinta berisi bersama-sama melihat satu arah yang sama. Dan ingatlah ketika kamu sanggup berdiri tegak, dan mendapatkan semuanya yang kamu inginkan tetap ingat bahwa dirimu pernah merangkak demi meraih semuanya. Kamu adalah awan menolak hujan. Sementara aku badai menggantikan gemuruh.


Komentar

Postingan Populer