Ternyata Bukan Jalan Pulang Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Ternyata Bukan Jalan Pulang


·    \

Terkadang perjalanan menuju pulang itu penuh dengan keraguan, ketakutan, kelelahan dan kebingungan. Akhirnya aku berhenti sejenak mencari jalan untukku pulang, ada gejolak rasa yang tumbuh bersama warna imajinasi, ada rasa yang sulit ditebak diluar nalar dan logika, kadang hadir bersama rasa sedih, kecewa, senang dan bahagia, semua rasa hampir pernah tak mampu di kendalikan. Bahkan langit sekalipun enggan mampu berkata. Sudah separuh jalan dan kisah ini ditempuh dan semua ternyata bukan jalan aku menemukan pulang. 





>>?

Aku seperti tersesat di suatu tempat asing bahkan sebagiannya hanya singgah datang dan pergi. Pernah begitu banyak sesuatu di dalam pikiranku menebak-nebak jalan yang singkat, jalan yang panjang tak menemukan arah, yang belum tentu menjadi jalan menuju keridhoan-Mu. Tapi aku selalu bermohan pada-Nya dengan rapalan do’aku yang sangat kuat ku panjatkan, semoga apa yang menjadi kehendak-Nya adalah jalan menuju tempatku pulang. Jalan tak lagi kehilangan dan membuatku gelisah berlebihan, tempatku bersemayamkan do’a dan harapan didalam hati-Nya.


Komentar

Postingan Populer