Ctrl + Alt + Del - Menghapus Rasa Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Ctrl + Alt + Del - Menghapus Rasa


(...)


Kalau Allah bilang tidak, bagaimana?

Aku hampir menyerah, bisikmu lirih sambil menyela air mata.

Aku tahu cinta itu perkara saling, saling menerima, memaafkan satu dan lainnya bukan terus memaksa dan menyalahkan.

Yang aku tahu seorang perempuan jatuh cinta dengan apa yang dia dengar dan laki-laki jatuh cinta dengan apa yang dia lihat. Senyumnya kala itu di bingkai foto berwarna putih kadang membisukan, kadang memabukan apalagi di pandang lama-lama. Selama ini yang tak pernah aku bayangkan adalah kau sanggup tinggalkan diriku ketika aku sedang berdiri disampingmu, mencoba untuk menenangkan hatimu, mencoba melepaskan bebanmu yang dalam mimpi pun aku tak sempat terbangun. Meskipun kita tidak harus berjalan dengan sepatu yang sama, tidak harus berlayar kearah tujuan dengan perahu yang sama.



 Kini melupakan adalah soal perihal waktu dan mengendalikan rasa adalah perihal keikhlasan antara pikiran dan hati. Sulit terbayangkan ego dan emosi bersamaan masuk terjebak dalam pikiran memecahkan masalah rasa yang harus aku hapus sendiri. Semua tak bisa kuhilangkan dan kubunuh secara perlahan, tawa dan senyuman hanya sebuah kebohongan terindah yang pernah kubuat. Seiring waktu, kebijaksanaan membuatku paham bahwa ada kalanya hidup memang akan selalu meluruskan sesuatu yang kusut. Semuanya tentang menghapus rasa.


Komentar

Postingan Populer