Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Toko Es Krim
Sebuah pemandangan yang tak biasa terjadi di pagi itu, aku melihat tetesan embun yang tertempel pada ujung-ujung ilalang, rasanya masih pagi mengingat kala itu kita berdua berpegangan tangan saat hujan gerimis di sudut toko es krim. Menunggu tetesan dari langit berhenti sediakalanya, kita tetap menunggu sambil kamu menikmati es krim coklat keseukaanmu. Ada warna merah jingga yang terlukiskan saat aku melihat langit, ada senyuman kecil nan indah terpancar saat bibir ini tak mampu katakan apapun ketika aku melihatmu. Pernah ada cerita sederhana yang sampai meneteskan air mata, pernah ada cerita yang sederhana saat aku tak percaya bahwa kamu mampu merubah kegelapan membentuk keindahan tanpa kata, tanpa waktu yang lama untuk mengiringi langkah kecil kita.
Satu tahun lalu, hari
sabtu bulan sebelas dua ribu lima belas. Adalah rangkaian panjang telah
menemani hari-hari kita, hidup akan selalu menemukan kita dan mengirini jalan
yang telah kita pilih. Aku mengerti betapa inginnya kamu lari, kamu berteriak
sekencang-kencangnya. Betapa inginnya kamu meneterskan air mata yang sudah tertahan
dipelupuk mata, betapa inginnya kamu bernafas lega bebas tanpa beban di kepala.
Mungkin masih ada rindu. Hanya saja sudah tak ada waktu. Lalu kita apa, bermain-main
yang terbawa perasaaan, dipeluk dirimu aku mabuk, dipeluk rindu aku remuk.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar