Mengikhlaskan bukan berarti melupakan Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Mengikhlaskan bukan berarti melupakan

Sesuatu yang sudah hilang artinya memang pantasnya hilang, karena bukan yang terbaik untuk kita. Allah hanya ingin kita selalu siap menerima setiap keputusannya, seperti halnya kamu yang harus bisa mengikhlaskan kepergiannya. 


Benar adanya, bahwa ikhlas bukanlah perkara mudah. Tapi, jika kamu tak pernah belajar untuk bisa ikhlas,maka sampai kapanpun kau takkan pernah merasakan sebuah keikhlasan, yang berarti sesungguhnya kamu mampu untuk melakukannya. 

Hanya terkadang kita enggan mencobanya, yakin saja kamu mampu dan kamu bisa. Bukan dengan cara melupakannya, sungguh bukan. Yang pasti saat hati telah rela menerima dan rela apapun kemaua-Nya. 

Disitulah kita belajar arti keikhlasan yang sesungguhnya. Jika kamu mampu mengikhlaskan sebuah kepergian, maka kedamaian pastilah kamu rasakan. Perpisahan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari pertemuan yang sesungguhnya. Sebab,  setelah hati bisa sepenuhnya mengikhlaskan, sejatinya kamu akan di pertemukan dengan ia yang terbaik menurut sang maha Rahman. ‘Serahasia itu takdir Allah’.

Komentar

Postingan Populer