Aku tak sehebat Ayahmu Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Aku tak sehebat Ayahmu



Aku tahu aku tak sehebat Superman tak setegar super hero kesukaanmu, dan aku juga tak sehebat ayahmu. Ini bukan tentang menghindari dermaga, ini tentang mengarungi ombak dan badai di samudra yang luas tak terlihat ujungnya. Tapi peraduan membuatku selalu ingin pulang, ketika suaramu menghilang terhenti menggema di rongga-ronga telinga ku terasa kosong. Menolak menyelamatkan diri memikirkanmu tanpa jeda, maaf bila aku bising membuatmu penat, maaf bila aku buruk membuatmu sesak. Ada hal-hal yang harus di selesaikan dengan logika, ada hal lain yang harus di selesaikan menggunakan hati, dan terkadang ada yang harus di selesaikan tanpa berkata apa-apa tapi bisa menenangkan hampir semua isi hati.




(side.1)


 Aku memang tak bisa mengembalikan waktu untuk kembali mengubah keadaan yang dulu seharusnya menjadi lebih baik. Tapi kalau saja kamu mampu bersabar sedikit saja untukku, akan ku berikan semua waktu dan apa yang aku punya, termasuk jantung ini yang berdetak selalu mengingatmu. Hingga aku belajar tentang menjaga dan tentang sebuah melepaskan. Mampu mensyukuri kelebihannya dan memahami kekurangannya. Aku memang tak sehebat ayahmu, setidaknya aku mampu membuatmu jatuh hati setiap hari, aku mampu membuatmu tersenyum setiap saat. Aku selalu ada. Selebihnya aku tak banyak berharap.

Komentar

Postingan Populer