Dewasa Itu Aneh..(*) Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Dewasa Itu Aneh..(*)



                (...)            

                                             






           

(with koma,)*

Dalam senyum yang tertutup mahligai senja, pelarian yang tersembunyi dalam hening nada- angin yang berbisik tentang sebuah kenang yang pernah tersesat di dalam kepala dan berlarian tak tentu arah.  

Rasansya tak pernah serius, rasanya tak pernah bisa di terka-terka bahkan tak bisa dikendalikan oleh pikiran, sulit memang tapi harus dijalani bahkan kadang harus paham akan kebijakasanaan yang bahkan berbenturan dengan ego isi jumawa, kadang lelah ini enggan berbicara bahkan dengan dinding kamar dan lampu redup yang menemani setiap malam yang bahkan juga enggan menyapa, terdiam seperti aku ini orang aneh.

Entahlah rasa yang selama ini aku simpan sendiri, tak ingin mempersulit dengan pikiran serta, aku memberikan ruang untuk setiap cara dan pemikiran yang tak pernah aku bisa kendalikan.

Seperti nada rindu yang kadang menyapa tanpa pernah paksaan dengan keadaan, sesekali perlu dipaksaskan karena kita dasarnya diciptakan bukan untuk mengingat bukan halnya melupakan, tapi satu yang selalu terpenting aku tulus untuk waktu yang saat ini masih ada rindu itu datang dan tenggelam bersama imaji yang tercuri.

Semakin dewasa, kita akan berperoses menjadi lebih baik, tergantung datang dari mana kita bersedia sabar dalam menanti apa yang inginkan, bukan hal selama ini tanpa kesakitan dan perjalanan yang panjang tanpa rintihan doa dan air mata jatuh ketika sujud, dan jangan ceritakan tentang tenang yang memberikan perlajaran untuk bahu yang semakin kuat dan kaki-kaki ini yang telah jauh melangkah, juga tentang berdamai dengan semua masa lalu.

Semuanya terbingkai dalam dinding pikiran yang kadang kita tidak bisa ceritakan kepada semua orang.

kadang membingungkan memang, seperti pertunjukan sirkus bahkan terdengar aneh dan kita selalu bertanya-tanya apakah kita sudah dewasa? 

Berdewasalah menurut versi kalian dan temukan semuanya dalam perjalanan menuju rumah tempat kita pulang. 

karena dewasa mempunyai jalan dan versinya masing-masing.(*)


Komentar

Postingan Populer