Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tenang-Tenang Aja
(...)
Sore ini duduk di kursi dengn secangkir kopi hangat menemani sebuah angin yang membuat rambuatnya berkibar menghdap arah laut yang sendu dan biru tak beraturan sura deburan tak biasany sehangat menyapa, terlamun dalam bayang senja berwarna layung ingin rasanya menutup hari ini dengan tenang tenang sepertinya sedang menunggu giliran, tenang-tenang yang terasa terlintas di dlam pikir sebuah kepala, membuat sayu matamu yang indah hitam menjadi bagian abu-abu yang tak terlihat dalam purnama terakhir dalam penantian panjang, hanya ada lelah bergumam enggan kerasdi dalam bibir tak mampu ucapkan yang seharusnya. Apakah aku seharusnya mengikuti setiap arah mata angin melangkah, entah kemana peginya. Telah datang para pasukan awan gelap memaksa menutupi langit kala sore itu, ahh, aku sudah tau rupanya, dia tidak berbadan besar, bahkan dengan sangat mencintai langit karna dia tahu bahwa dengan hujan dapat membawa sesuatu yang lebih berkah dan mungkin yang kita sampai hari ini hujan kadang selalu membawa kerinduan yang berbeda-beda, tenang-tenang nanti juga pasti dapat gilirannya.
(insidebook)
Saat ini aku seperti berada di tengah-tengah buku
yang belum selesai pada endingnya, rasanya sangat kelise, dengan setiap aroma khas
buku dan setiap helai kertas terus aku buka, ada banyak cerita yang belum sempat
aku bagikan tentang rasa, tentang kekeliruan dan kebijaksanaan yang tersaji pada
setiap kalimat dan kata bertaut seperti seni dalam kehampaan dan kesendirian tetapi
mempunyai rasa semuanya adalah tentang esensi yang tersamarkan oleh sebuah kata
sementara. I mean ternyata selega ini rasanya mengikhlaskan, rasanya berdamai dengan
diri sendiri dan kembali menemukan titik tenang. Akhirnya bisa tertawa dan tetap
rendah hati dalam setiap perjuangan dan perjalanan menuju jalan pulang ke rumah. (bag*)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar