Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Satu dari sekian sakral.
Kepergian dengan semua
cerita yang tersisa hanya surat-surat yang penuh janji dan kuas bekas yang
pernah ku lukis wajahmu diatas kanvas berwarna putih itu.
Agar tak lupa tetap menunggu
kepulangan meski diam-diam hampir hanyut bersama suara deruan ombak tak menepi.
Agar tak lupa tetap menyala
dalah hati yang redup, kini, menyamar pudar menjadi abu yang berbayang di atas
awan menutup sorai peraduan malam.
Ternyata ia diam-diam
mengumpat di balik dinding jendela kayu kamar tua, yang diam-diam hanyut di
telan oleh bumi, senyap tanpa sapa, di dalam sakral yang terus menghantuiku
sampai sekarang.
| by:Civcivkiz |
Dan entah dasar apa? aku
seperti tak yakin terhadap pernyataan itu, tetapi benar begitu adanya.
Aku bukan hanya ingin
menyentuh namun memeluk utuh pun merawat resah entah itu apa dan bagaimana
caranya. dan bodohnya dari segala yang bernyawa bukan seutuhnya harapan, pujian-pujian kesal tidak tertata, bimbang-bimbang rasanya seperti di suruh bangun agar bahagia
ku pamit bersembunyi di ujung angan-angan yang bergurau.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar