Imaji Yang Tercuri Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Imaji Yang Tercuri




Bukan berarti gagal dan akhir dari kata pernah berjuang. Semakin berat rasanya berjuang, hingga aku merasa lelah, nyatanya kita ga pernah siap sama sesuatu yang bakal nyakitin kita, ada beberapa orang yang tidak memahami janji yang diucapkan ketika membuat dan mengucapkannya, bukan melupakannya tetapi memaafkan. Ibarat dua kutub magnet yang berlawanan, aku yang menepi karena aku akan menghalangi jalan untuknya bahagia.



(..) ?, Dan selamat malam telah menjelma mantra untuk menutup hati dengan hari, selama purnama masih sunyi dan imaji tak tercuri pernah mengunjungi hati yang memiliki temu setelah banyak kehilangan, dalam pakaian tidur setengah dirimu masih mengingatnya. Mungkin cara mencintai yang salah, mencintai orang yang tepat dengan cara yang salah, selasa bulan delapan dua ribu dua puluh, hari ini mendung tapi tolong sampaikan disini cerah, agar mereka tak banyak tanya dan mau tahu yang bukan urusannya. Aku ucapkan terimakasih untuk selalu bersabar menghadapi aku, untuk tetap selalu bertahan melawan keras kepalaku dan yang tidak pernah bosan mengingatkan aku banyak kebaikan. Ternyata memang begitu. Banyak cerita yang rumpang, yang tak pernah utuh untuk diterima sebagai kenyataan. Dan ternyata benar beberapa cerita harus berakhir lebih awal bahkan tak lebih lama dari semua doa yang entah sejak kapan dilangitkan. “Karena  sehati bukan  berarti setakdir”.


Komentar

Postingan Populer