Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tunggu Aku Di tempat Biasa
·
Tunggu aku di tempat biasa
Siang itu, tepat disudut warung kopi terasa terik sekali seperti hari-hari biasanya. Aku pernah terurai ketika kamu datang menatap mata yang sama pada hari itu, berdetak pada nadi saat kamu memanggil namaku. Lalu kita pergi dengan sebuah janji yang selalu akan kita tepati, awalnya aku tak pernah percaya bahwa janji itu pernah terukir tanpa syarat, yang pernah terucap tanpa kata, yang pernah tertulis tanpa karena. Aku terus berjalan sambil menatap bayang-bayang langkahku, menunggu mu tak kunjung datang. Sampai akhirnya kamu tiba kulihat cantik pada hari itu dengan rambutmu yang bisa terurai kadang membuatku sesak menahan rinduku hanya dengan menciumnya dari kejauhan lalu tersenyum lembut didepanku. Aku tanya padanya apa kabar bidadari manjaku, sambil tersenyum kembali dia jawab, “aku hampir sesak menahan rindu ini tanpa kamu”. Terpesonanya aku hingga waktu tak terasa hampir senja sore kala itu, menutup setiap senyumnya. Hingga hari itu takkan aku lupa, takkan pernah tergantikan dengan hari-hari itu masih bersamamu.
Akhrinya aku
sadari, tak ada cara lain kecuali mencintaimu hingga rasaku habis, hingga tak
ingin lagi menggenggam, hingga tak ingin lagi membahagiakan. “Akhirnya
kusadari, tak ada cara lain kecuali mencintainya,,
Hingga
selasai…..”
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar