Tunggu Aku Di tempat Biasa Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Tunggu Aku Di tempat Biasa


·        Tunggu aku di tempat biasa

Siang itu, tepat disudut warung kopi terasa terik sekali seperti hari-hari biasanya. Aku pernah terurai ketika kamu datang menatap mata yang sama pada hari itu, berdetak pada nadi saat kamu memanggil namaku. Lalu kita pergi dengan sebuah janji yang selalu akan kita tepati, awalnya aku tak pernah percaya bahwa janji itu pernah terukir tanpa syarat, yang pernah terucap tanpa kata, yang pernah tertulis tanpa karena. Aku terus berjalan sambil menatap bayang-bayang langkahku, menunggu mu tak kunjung datang. Sampai akhirnya kamu tiba kulihat cantik pada hari itu dengan rambutmu yang bisa terurai kadang membuatku sesak menahan rinduku hanya dengan menciumnya dari kejauhan lalu tersenyum lembut didepanku. Aku tanya padanya apa kabar bidadari manjaku, sambil tersenyum kembali dia jawab, “aku hampir sesak menahan rindu ini tanpa kamu”. Terpesonanya aku hingga waktu tak terasa hampir senja sore kala itu, menutup setiap senyumnya. Hingga hari itu takkan aku lupa, takkan pernah tergantikan dengan hari-hari itu masih bersamamu.



Akhrinya aku sadari, tak ada cara lain kecuali mencintaimu hingga rasaku habis, hingga tak ingin lagi menggenggam, hingga tak ingin lagi membahagiakan. “Akhirnya kusadari, tak ada cara lain kecuali mencintainya,,


Hingga selasai…..”


Komentar

Postingan Populer