Senyum Bidadari Berselimut Luka Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Senyum Bidadari Berselimut Luka









Sengaja aku tak bersuara kala para bidadari itu saling tersenyum, sengaja aku tak membuka mataku saat datangnya angin berselimut luka, andai semesta mempertemukan kita kembali aku hanya berharap rasa itu tetap ada walau ada senyuman berselimutkan sebuah luka, terkadang kita perlu merasakan kehilangan agar kita lebih menghargai sebuah pertemuan, dan terkadang kita juga butuh bagaimana rasanya terjatuh dan tertekan agar kita lebih menghargai sesuatu.

 Apa kamu mengetahui salah satu seseorang yang hebat adalah orang yang memiliki kemampuan menyembunyikan kekuatannya, sehingga orang lain mengira bahwa ia terlihat lemah, karena kita pasti mempunyai sebuah sudut pandang yang berbeda, kecuali dalam hal saling tersenyum padahal semuanya penuh kerinduan bodohnya lagi, ketika kita pernah berharap akan waktu bisa memperbaiki diri tanpa ada kemauan yang bisa berusaha tetap sabar, berusaha tetap menjaga, dan berusaha untuk tetap memberi walau keadaan sedang merasa kehilangan dan terjatuh. 

Sulit memang tapi tidak ada salahnya walau hanya sebatas tersenyum, tidak semua melulu tentang harta, tidak semua melulu tentang kehidupan yang tenang, karena rasa tidak melulu hanya karena apa yang di pikirkan, tetapi apa yang telah ia tanam ia akan tuai.


Komentar

Postingan Populer