Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apa Kabar Prajurit Istana
Kadang bertengkar dengan
isi kepala sering bergumam dengan hati, ceritakan tentang peperangan prajurit
yang bernama angkuh dan ego, melawan para tawanan yang berada di bawah tanah
hampir menyatu dengan dinding, teriakan seolah tak terdengar seakan tak dianggap
nyata. Terlihat para bidadari tahta kerajaan berbaris tak sejajar dengan elok
terbenam senja dalam nyanyian peri terbunuh dalam bicara tak tersampaikan.
Para tawanan tersiksa
sunyi, terdengar serius padahal jalanan tak lurus berada di samping angkuh
rasanya menginginkan hadir, di sebelah ego rasanya peluk yang nyata.
Semesta tidak pernah kecewa memberi kabar kepada angina tentang nada dingin menutup jalan menuju rumah, yang bernafas pasti bernyawa, yang bersayap pasti berawan.
(...)
Apakabar sang prajurit
istana di balik pintu kayu pasti sedang terluka parah, sesmenjak senyumnya
patah.
Segerombol
manusia bertangan empat berlarian memadamkan api, ada rindu di balik kalbu
tentang rasa yang tersembunyi di balik pintu kayu, ada perasaan terbunuh
perlahan, jantung enggan berdetak dan nafas sulit berhembus, sesak tak mau mati
berbicara tentang senyuman yang telah patah, semestapun berduka.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar