Duduk Berdua Denganmu Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Duduk Berdua Denganmu


      Segelas cangkir teh hangat, mendengarkan suara angin yang berbisik pada dedaunan di depan teras depan pohon bambu saling berbicara tentang masa itu masih ada rasa yang sangat tak terhitung waktu dan saling menghangatkan. Bercerita tentang apapun yang menjadi kebiasaan yang hanya kita yang tahu, kadang tertawa setelah menangis, cemburu setalah memeluk, semua ada dalam rangkaian panjang dengan waktu dan semoga mendewasakan arti rasa satu kamu dan aku. Berbicara tentang apa saja sampai ada tawa yanag sampai saat ini masih mengikat di telingaku ketika wajahmu seketika memerah Manahan malu saat ku tanya tentang kerinduan itu. 






Yaa, itu dahulu saat senja tak lagi menampakan pesonanya yang terlihat hanya awan berwarna abu-abu seolah tak ingin berbicara apapun. Tentang pertemuan diantara senja dan awan tak berbicara. Membingungkan isi semesta sampai-sampai air mata pun terjatuh perlahan bersama rintikan hujan. Bahwa pernah ada mata yang ku tatap, suara yang pernah kudengar, tangan yang pernah ku genggam, dan hati yang ku rasa delapan tahun yang lalu.


Komentar

Postingan Populer