Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Duduk Berdua Denganmu
Segelas cangkir teh hangat, mendengarkan suara angin yang berbisik pada dedaunan di depan teras depan pohon bambu saling berbicara tentang masa itu masih ada rasa yang sangat tak terhitung waktu dan saling menghangatkan. Bercerita tentang apapun yang menjadi kebiasaan yang hanya kita yang tahu, kadang tertawa setelah menangis, cemburu setalah memeluk, semua ada dalam rangkaian panjang dengan waktu dan semoga mendewasakan arti rasa satu kamu dan aku. Berbicara tentang apa saja sampai ada tawa yanag sampai saat ini masih mengikat di telingaku ketika wajahmu seketika memerah Manahan malu saat ku tanya tentang kerinduan itu.
Yaa, itu
dahulu saat senja tak lagi menampakan pesonanya yang terlihat hanya awan
berwarna abu-abu seolah tak ingin berbicara apapun. Tentang pertemuan diantara
senja dan awan tak berbicara. Membingungkan isi semesta sampai-sampai air mata
pun terjatuh perlahan bersama rintikan hujan. Bahwa pernah ada mata yang ku
tatap, suara yang pernah kudengar, tangan yang pernah ku genggam, dan hati yang
ku rasa delapan tahun yang lalu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar