Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Teman Searah
Gorilla and Hamster
(Part. V)
Minggu pertama di bulan April tahun dua ribu dua puluh satu, awan mendung serta rintikan hujan mulai membasuh jatuh merebah ke bumi, langit-langit semesta pagi itu tak secerah biasanya, tak ingin aku menunggunya hingga selesai dan mentari segera menyapaku dengan senyuman yang berpeluk pada guling di kamar heningku tempatku bercerita tentang kecemasan yang hampir setiap malam tak mau berdialog denganku. Inginku, Sepanjang usia kita bersama, tetap selalu berpegangan tangan dan menari dengan desik angin yang membawa setiap langkah dan rambutmu yang terurai menghempaskan sebagian tawa yang selalu teringat dalam detik yang terus berdetak tak henti. Lantas aku hanya ingin terus menatap senyuman dan kita menjadi teman searah, teman yang sama-sama saling berdiskusi dengan waktu yang kosong dan bertemu diantara semesta dan pagi yang selalu menyapa hanya senyumanmu yang pertama kulihat dihari demi hari dan pagi menyimpan kebahagiaan diantara harum semerbak kopi buatanmu yang selalu menghadirkan senyum kecil dan tatapan bola matamu menyadarkanku tetap jadi teman hidup dan teman searah, kuingin semuanya sejalan segala harapan sebayam dalam impian dan doa.
(coffee on ur head)*
pernah hadir dengan segala kegundahan yang
hilang bersama senja yang pudar, hadir bersama dengan segala kecemasan yang seolah hilang ditelan
rindu memecahkan khayal dan kabut pun bersambut bersama setengah purnama yang kadang
menyebut namamu dalam baitnya rintihan doa terpanjatkan sebuah keikhlasan dalam menjalani
apa yang telah di takdirkan Allah dan semestapun membawa senyumnya di setiap redupnya
lampu di pojok taman depan rumah tak menghadirkan gemuruh suara desir angin dan
kala itu rindu melukiskan keseimbangan, salam untuk sang pencipta dari aku langit
dan biduk bintang tak tertutup awan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar