Buka puasa tanpa bapak di tahun yang ke empat Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Buka puasa tanpa bapak di tahun yang ke empat


Gorilla & Hamster Part V*


                                                        *Love you for the rest man.

Tahun ini yang kala itu masuk bulan Agustus dua ribu sepuluh, bulan yang sangat di tunggu-tunggu oleh umat muslim di dunia, tapi tidak dengan cerita aku (goo*) keluarga kami yang sangat pernah kehilangan sosok, seseorang pemimpin, pelindung dan yang sangat aku kagumi. Bapak selalu memberikan kami sebuah energi yang sangat besar untuk keluarga dan beliau juga adalah teladan dari keluarga kami (3). Sepertinya tak terasa sudah hampir empat tahun kami di tinggalkan bapak pergi untuk selama-lamanya. Aku, ibu dan semua keluargaku selalu ingat sosok bapak yang setelah kami sahur menjadi imam di dalam keluarga, banyak hal tentang bapak yang terkadang sampai saat ini kami masih mengangap bapak itu ada didekat kami, saat kami duduk diantara kursi dan meja makan, banyak yang selalu bapak ceritakan kepada anak-anaknya, ada canda dan tawa di setiap momen-momen makan bersama, apalagi ketika di bulan ramadhan,(1) sesak rasanya dan terkadang mata ini berlinang ketika adzan berkumandang untuk melaksanakan berbuka puasa, hampir sudah empat tahun bapak tiada, ibu yang terkadang murung kulihat sepertinya merasakan hal yang sama padaku, saat adzan dan senja pun tertutup setengah awan berkumandang dengan merdunya, aku berdua dengan ibu karena semnjak bapak tiada, aku merasakan apa arti rindu dan apa arti kehilangan.(5), sebenarnya banyak cerita yang sangat berharga bersama bapak namun apa daya, doa'ku kepada bapak tidak akan berhenti sampai kapanpun. 

== Al-fatihah ==


Komentar

Postingan Populer