Titip Saja Rindu Itu Pada Hujan Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Titip Saja Rindu Itu Pada Hujan


 

(...)

Tidak selamanya kamu harus berteriak keras untuk didengar oleh semesta.

Tidak selamanya kamu harus diam tanpa berkata apapun agar orang lain paham.

Tidak selamanya kamu harus bersedih meneteskan air mata karena menahan kerinduan mu.

Mendung itu terlepaskan tergantikan oleh hujan..

Titipkan saja rindu itu pada hujan, agar ketika ia datang kepadamu, kamu akan sejenak mengingatnya, bahwa pernah ada cerita tawa saat diguyur hujan kala itu. Pilihannya hanya dua, kamu menikmatinya dengan secangkir kopi sambil mengingat masa itu atau kamu balas dengan waktu dan temu.





(...)

Menyapa rindu pun aku tak sanggup mengatakannya, bahkan akupun tak mampu mengendalikannya. Rindu tentang kita pernah ada tersimpan dalam ruang dan waktu yang berbeda.

Komentar

Postingan Populer