Bertemu Pagi Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Bertemu Pagi


--,

Sorai, teriakan ombak pantai tak terdengar ketika awan mendung baru saja melihatmu pergi dari tempat yang dimana aku merasakan menjadi sosok teristimewa.

Cantik gemuruh petirpun tak terdengar seolah aku menjadi seorang yang tak lagi mendengar apapun yang ada di sekitarku, ini berjalan selama hampir dalam waktu yang lama.

Sama seperti desir yang yang tak terdengar seperti suara hujan yang jatuh pun tak lagi dihiraukan, rasa ini telah menjelema menjadi sesuatu yang dingin tak bernada, seperti sesuatu yang tak pernah terasakan sebelumnya.

Hampir pagi setiap aku mendengar kembali silir membisik detik jam dinding, terlumat oleh waktu yang kadang membuat cemas kian menggenap ke dalam pikiran ini yang terbalut hampir hanyut.

Pernah tertidur di pangkuan senja yang bermimpi tentang rasa rindu, sampai tenggelam dan berlabuh, sesekali menghela nafas cahaya itu sudah redup dan masih menyisakan banyak tawa dan canda pernah ada dalam waktu dan ruang yang bersamaan yang menyisakan tentang kita.

Gemuruh gelak tawa seakan masih terdengar ditelinga, bising yang bersamaan suara membisikan lirih tentang nama yang pernah berdegup pada nadi dan jantung tak terpisahkan sebelumnya.



(..)

    Pelarian yang katanya rindu itu sekarang berubah menjadi sebuah alasan aku terbangun dan bertemu pagi, mencoba membuka kedua mata untuk melihat kembali senyumanmu dan mengecup bibir lembutmu, dan tanpa syarat apapun aku berkata pelan dengan nada serak, aku menyayangimu tiada tapi. 

        

            #PHSK

Komentar

Postingan Populer