Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Bertemu Pagi
--,
Sorai,
teriakan ombak pantai tak terdengar ketika awan mendung baru saja melihatmu
pergi dari tempat yang dimana aku merasakan menjadi sosok teristimewa.
Cantik
gemuruh petirpun tak terdengar seolah aku menjadi seorang yang tak lagi mendengar
apapun yang ada di sekitarku, ini berjalan selama hampir dalam waktu yang lama.
Sama seperti desir
yang yang tak terdengar seperti suara hujan yang jatuh pun tak lagi dihiraukan,
rasa ini telah menjelema menjadi sesuatu yang dingin tak bernada, seperti
sesuatu yang tak pernah terasakan sebelumnya.
Hampir
pagi setiap aku mendengar kembali silir membisik detik jam dinding, terlumat oleh waktu
yang kadang membuat cemas kian menggenap ke dalam pikiran ini yang terbalut hampir hanyut.
Pernah
tertidur di pangkuan senja yang bermimpi tentang rasa rindu, sampai tenggelam dan
berlabuh, sesekali menghela nafas cahaya itu sudah redup dan masih menyisakan
banyak tawa dan canda pernah ada dalam waktu dan ruang yang bersamaan yang
menyisakan tentang kita.
Gemuruh gelak tawa seakan masih terdengar ditelinga, bising yang bersamaan suara membisikan lirih tentang nama yang pernah berdegup pada nadi dan jantung tak terpisahkan sebelumnya.
(..)
Pelarian yang katanya
rindu itu sekarang berubah menjadi sebuah alasan aku terbangun dan bertemu pagi, mencoba
membuka kedua mata untuk melihat kembali senyumanmu dan mengecup bibir
lembutmu, dan tanpa syarat apapun aku berkata pelan dengan nada serak, aku menyayangimu tiada tapi.
#PHSK
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar