Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Enggan Bertemu Ikhlas
Setelah petemuan itu, langit mendung
sedikit gerimis, tepat berada di bilangan cafe kota Bandung, penghujung akhir bulan Desember tidak membawa cerita banyak yang bisa ditulis disini, untuk bisa
berdamai dengan diri sendiri saja rasanya sudah lebih dari cukup, banyak dari sekian lelah dan uraian air mata sudah tak lagi terbendung sepertinya sudah biasa, dan sepertinya lagi terkadang
diri ini selalu menguatkan padahal semuanya berantakan, tak terkendali hingga
kadang enggan mengenali diri sendiri. Maunya emosi terhadap sesuatu yang
membuat bingar, kesal seperti ada yang bergumam di kepala yang tak jelas bentuknya, ingin memaki
dengan nyanyian atau teriakan lantang agar orang lain mengerti. Sepertinya saya
yang harus mengerti karna percuma saja berdebat sengan orang yang maunya menang
sendiri, kadang dipaksa memikirkan banyak hal tentang sebuah pertemuan.
| Sreymakh.discovery |
sepertinya sudah enggan bertemu Ikhlas,
meminta izin untuk terbenam saja bersama peliknya senja, melupakan saja seperti malam
dengan gelapnya pekat, dan lanjutkan saja semaumu.
"Pada akhirnya tutup semua cerita aku kamu dan rindu di balik kata yang
tak tersadarkan pernah terucap, kala dahulu saat rindu memeluk kita".
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Komentar
Posting Komentar