Enggan Bertemu Ikhlas Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Enggan Bertemu Ikhlas


<..>

Setelah petemuan itu, langit mendung sedikit gerimis, tepat berada di bilangan cafe kota Bandung, penghujung akhir bulan Desember tidak membawa cerita banyak yang bisa ditulis disini, untuk bisa berdamai dengan diri sendiri saja rasanya sudah lebih dari cukup, banyak dari sekian lelah dan uraian air mata sudah tak lagi terbendung sepertinya sudah biasa, dan sepertinya lagi terkadang diri ini selalu menguatkan padahal semuanya berantakan, tak terkendali hingga kadang enggan mengenali diri sendiri. Maunya emosi terhadap sesuatu yang membuat bingar, kesal seperti ada yang bergumam di kepala yang tak jelas bentuknya, ingin memaki dengan nyanyian atau teriakan lantang agar orang lain mengerti. Sepertinya saya yang harus mengerti karna percuma saja berdebat sengan orang yang maunya menang sendiri, kadang dipaksa memikirkan banyak hal tentang sebuah pertemuan.


Sreymakh.discovery


sepertinya sudah enggan bertemu Ikhlas, meminta izin untuk terbenam saja bersama peliknya senja, melupakan saja seperti malam dengan gelapnya pekat, dan lanjutkan saja semaumu.

Kata ikhlas adalah tingkat tertinggi dari kebohongan, karena kita sejak kecil diajarkan untuk selalu mengingat sesuatu, seharusnya bukan untuk melupakan apalagi mengikhlaskan. Sebenernya adalah cara diri kita merefleksikan keadaan yang hanya saja kita enggan untuk berbijaksana dengan diri sendiri, sampai kapanpun berdamai adalah cara yang banyak orang bilang dengan sangat mudahnya, enggan berbicara menceritakan kembali sesuatu adalah hak kita sebagai orang yang sedang bertumbuh dan berperoses. 


"Pada akhirnya tutup semua cerita aku kamu dan rindu di balik kata yang tak tersadarkan pernah terucap, kala dahulu saat rindu memeluk kita". 


_bag

Komentar

Postingan Populer