HARI ke duaratus enampuluh tujuh Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

HARI ke duaratus enampuluh tujuh







Terimakasih sudah melakukan yang terbaik, terimakasih sudah sampai hari ini masih bersedia bersama pelukan-pelukan dan hal-hal yang paling baik, aku bisa saja mengingikanmu untuk menjadi sempurna, pergi dan tak mau memahami kekeliruan yang terjadi diantara kita, terlambat datang saat pertama kali bertemu. Tapi aku sadar bahwa terlalu menginginkan sempurna adalah cita-cita seorang langit, aku bukan langit aku bukan juga rintikan hujan yang tak di inginkan. Aku adalah aku aku yang mencintaimu dengan sederhana berusaha berdamai dengan keegoisan dan keangkuhan yang sering berkelahi dengan pikiranku. Aku tidak bilang kalau aku bikjaksana, tapi aku mulai belajar menerjemahkan dalam mendengar, dalam merasakan apa yang terjadi dan telah terjadi, aku lupa terkadang dengan apa yang ada di pikiranku, sungguh dengan segala tentang kita, tanpa banyak aku dibuat khawatir yang menjadi bagianmu adalah hal menjadi sebagai sebuah kebiasaan baik untuk aku, dan yang bukan tentang kita seperti ikan paus di lautan dan bunga-bunga kertas menjdi pasir itu bukan kita. Tak sengaja denganmu aku tak ingin sendiri berjalan sendiri, berbicara sendiri hingga malam-malam itu sendiri aku hanya ingin berdua denganmu, bercerita tentang banyak hal sampai akhir nafas ini berhenti.

Tak sampai disitu, memang bukan sebuah suatu kebetulan ketika hari itu kita bertemu dengan hal terbaik kamu di dalam hidupku. Harusnya aku selau tahu akan indah pada hari ini, hari dimana aku bertumbuh dan berproses becerita tentang kita.


(../hourwatpadd)2021

Komentar

Postingan Populer