Semestinya = Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Semestinya =

Semestinya.......

Tertulis sebuah perjalanan

Semestinya..

Dari halaman ke halaman pada buku yang sama isinya

Semestinya..

Terjawab oleh waktu saja

Semestinya..

Karena hilang tanpa arah

Semestinya..

Masih dalam cerita yang masih pagi

Semestinya..

Tak berkelahi dengan waktu pagi

Semestinya...

Tertulis di tembok belakang sekolah

Semestinya..

biarkan berlari mengejar ombak kala laut sedang gamang

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama nada angin

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama peraduan senja yang terbenam

Semestinya..

sedih yang jadi gelak tawa, apakah cukup dengan senyuman

Semestinya..

kurobek buku yang menceritakan tentang kita di halaman terakhir

Semestinya..

kita tahu kemana tujuan terakhir kita, yaitu..

pulang.

=====sin/prolog>>


Semestinya..

Tertulis sebuah perjalanan

Semestinya..

Dari halaman ke halaman buku yang sudah usang

Semestinya..

Terjawab oleh waktu saja

Semestinya..

Karena hilang tanpa arah

Semestinya..

Masih dalam cerita yang masih pagi

Semestinya..

Tak berkelahi dengan waktu pagi

Semestinya..

Tertulis di tembok belakang sekolah

Semestinya..

tertulis di meja-meja sekolah

Semestinya..

biarkan berlari mengejar ombak kala laut sedang gamang

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama angin

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama peraduan senja yang tak ingin terbenam

Semestinya..

sedih yang jadi gelak tawa, apakah cukup dengan senyuman

Semestinya..

biarkan berlari mengejar ombak kala laut sedang gamang

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama angin

Semestinya..

tetap tak terceritakan bersama peraduan senja yang terbenam

Semestinya..

sedih yang jadi gelak tawa, apakah cukup dengan senyuman

Semestinya..

kurobek buku yang menceritakan tentang kita di halaman terakhir

Semestinya..

kita tahu kemana tujuan terakhir kita, yaitu..

pulang..


>>losssinghoppullyadnpray..





Semestinya ..........

============ *end


Komentar

Postingan Populer