Entri yang Diunggulkan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
BIJAKsana - BIJAKsini.
Hari itu, disaat yang lain tak sempat untuk tetap kuat, padahal bisa apa,
berdiri saja rasanya gamang, melihat saja pandangan rasanya bilur, berbicara bergetar kaku,
dan tak mudah percaya akan suatu hal-hal rasanya sudah tak dibicarakan oleh sebagian
orang lagi, rasanya seperti menjadi orang yang berbeda dalam segala akan hal berprilaku,
it’s a being better person maybe, sangat tidak mudah akan paham dengan yang satu
ini.
Kekeliruan, dan kecewa adalah dua hal yang paling masuk akal ketika itu,
tak ingin lagi adanya peperangan di dalam kepala yang ego lebih berseteru dari pada
bijak sana dan angkuh lebih berteman dengan bijaksini, hal yang terkadang membingungkan
dan membuat aku terkagum pada sebuah yang kadang juga tidak bisa di kendalikan and the least like kaya loe lg ngerasain ada yang gak baik-baik aja dalam diri loe.
Bay the way, nggak semua orang bisa merasakan hal yang harus bersaamaan
dengan sebuah sudut pandang yang berbeda, kadang jawaban itu datang tanpa sadar
dan berucap pada diri sendiri yang maunya kadang menang sendiri, hahah hati ini
menertawai dirinya di depan cermin ketika bersisir rambut yang sebagian gemulai
memutih, dan adanya kerutan dahi yang sejajar dengan sebuah garis sama dibawahnya.
Kita diberikan banyak perjalanan yang tak sama bentuknya, alurnya like
a story in a book, dan kita dipaksa untuk membacanya hingga selesai, mau tak mau
keadaan seolah acuh terhadap kita, semestinya memaksakan adalah pilihan utama, dikira
pasti akan selalu menguatkan akan banyak hal yang kita sama sekali tidak kira, akan
tetapi banyak kerumitan bahkan dialog toxic hingga kecemasan selalu dikontrol seharusnya
dikendalikan, lebih baik.
Apa boleh buat yang harusnya bijaksana dan juga bijaksini berarti bertumbuh
dewasa dengan sempurna bertumbuh yang katanya secara fisik dan juga mental, bahkan
banyak yang melaluinya dengan cara berdamai gimana sih rasanya kita bedamai dengan
temen kita sendiri, karena kesalah pahaman, begitupun dengan cara memafkan diri
kita sendiri, apa lagi berdamai dengan semua kerumitan, tak pernah sesadar kan memang
kadang diri ini harus sering berdiskusi, berbicara dengan cermin dan tatap bola
mata hingga kita tak sadar.
“kok kita agak seperti orang gila, setelah bercermin diri selama dua menit”.
Bukan begitu memang cara berbicara dengan yang namanya cermin..hahaha,
Semoga kamu baik-baik saja dengan semua yang terjadi dan masih terjadi.
Saling menguatkan adalah hal bodoh yang pernah aku dengar, bingar rasanya seolah
kata sabar adalah penolong dan kata baik-baik saja adalah kata yang mungkin gak
semua bisa di ceritakan sekarang.
(...)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar