BIJAKsana - BIJAKsini. Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

BIJAKsana - BIJAKsini.



Hari itu, disaat yang lain tak sempat untuk tetap kuat, padahal bisa apa, berdiri saja rasanya gamang, melihat saja pandangan rasanya bilur, berbicara bergetar kaku, dan tak mudah percaya akan suatu hal-hal rasanya sudah tak dibicarakan oleh sebagian orang lagi, rasanya seperti menjadi orang yang berbeda dalam segala akan hal berprilaku, it’s a being better person maybe, sangat tidak mudah akan paham dengan yang satu ini.

Kekeliruan, dan kecewa adalah dua hal yang paling masuk akal ketika itu, tak ingin lagi adanya peperangan di dalam kepala yang ego lebih berseteru dari pada bijak sana dan angkuh lebih berteman dengan bijaksini, hal yang terkadang membingungkan dan membuat aku terkagum pada sebuah yang kadang juga tidak bisa di kendalikan and the least like kaya loe lg ngerasain ada yang gak baik-baik aja dalam diri loe.

Bay the way, nggak semua orang bisa merasakan hal yang harus bersaamaan dengan sebuah sudut pandang yang berbeda, kadang jawaban itu datang tanpa sadar dan berucap pada diri sendiri yang maunya kadang menang sendiri, hahah hati ini menertawai dirinya di depan cermin ketika bersisir rambut yang sebagian gemulai memutih, dan adanya kerutan dahi yang sejajar dengan sebuah garis sama dibawahnya.

Kita diberikan banyak perjalanan yang tak sama bentuknya, alurnya like a story in a book, dan kita dipaksa untuk membacanya hingga selesai, mau tak mau keadaan seolah acuh terhadap kita, semestinya memaksakan adalah pilihan utama, dikira pasti akan selalu menguatkan akan banyak hal yang kita sama sekali tidak kira, akan tetapi banyak kerumitan bahkan dialog toxic hingga kecemasan selalu dikontrol seharusnya dikendalikan, lebih baik.

 

Apa boleh buat yang harusnya bijaksana dan juga bijaksini berarti bertumbuh dewasa dengan sempurna bertumbuh yang katanya secara fisik dan juga mental, bahkan banyak yang melaluinya dengan cara berdamai gimana sih rasanya kita bedamai dengan temen kita sendiri, karena kesalah pahaman, begitupun dengan cara memafkan diri kita sendiri, apa lagi berdamai dengan semua kerumitan, tak pernah sesadar kan memang kadang diri ini harus sering berdiskusi, berbicara dengan cermin dan tatap bola mata hingga kita tak sadar.

“kok kita agak seperti orang gila, setelah bercermin diri selama dua menit”. Bukan begitu memang cara berbicara dengan yang namanya cermin..hahaha,

Semoga kamu baik-baik saja dengan semua yang terjadi dan masih terjadi. Saling menguatkan adalah hal bodoh yang pernah aku dengar, bingar rasanya seolah kata sabar adalah penolong dan kata baik-baik saja adalah kata yang mungkin gak semua bisa di ceritakan sekarang.


(...)






Komentar

Postingan Populer