Semesta Dan Akal-Akalannya Yang Miring Langsung ke konten utama

Entri yang Diunggulkan

"Ibu dan kata Rindu"

(..)red/Nov Ibu, aku hampir hancur diakhir tahun yang tidak pernah menentu akan  b anyak teriakan serta kata bahkan sikap cemooh dari yang bernama manusia. Ibu, sepertinya aku sangat lelah hingga kadang aku ingin pergi menyusul ke tempat ibu berada, membenci seolah aku harus di paksa berjalan dan berdiri dengan jemari – jemariku. Ibu, sudah hampir satu tahun ibu pergi ke tempat paling indah yang banyak orang bilang adalah tempat ternyaman, tapi aku tidak bisa melihatnya lagi, boleh aku sedikit bercerita tentang banyak gelisah ketika aku mau berpergian aku selalu menayakan dimana barang yang sedang aku cari, ibu selalu menemukannya dan menyimpan nya untuku ketika kecerobohan ku dan sifat karena aku pelupa, juga banyak cemas yang seperti berjalan dan diam - diam berlari terus mengikutiku, kadang nafasku saja sesak mau nya diajak berlari sampai terkadang tidak tahu arah kemana aku berlabuh dan menemukan rumah. Ibu, aku minta maaf atas semua kekelirauan dan ketidaktahuan ku. ...

Semesta Dan Akal-Akalannya Yang Miring


:)



suatu ketika kita akan merasakan hal yang  tidak kita inginkan, tapi kenapa kita seolah naif dan ingin rasanya bersembunyi seolah kita tidak mau menghadapi apa yang sedang semesta berikan dengan akal-akalannya yang selalu membuat kita berdecak kagum, kita seolah sangat sibuk untuk membuktikan siapa diri kita tanpa bisa lebih jauh sebenarnya mengenali diri kita sesungguhnya. Aku pernah merasakan apa yang tidak pernah aku inginkan dalam kehidupan yang katanya kita ini adalah makhluk superior kita ini adalah makhluk yang kadang berbicara dengan diri sendiri tidak perlu bantuan orang lain nyatanya kita ini adalah orang yang satu-satunya menentukan kebahagiaan dan harga diri, sebenarnya kita ini receh terkadang mau mencintai tapi tidak ingin kehilangan, sebenarnya kita ini adalah omnivora semua bisa kita lahap tanpa peduli lebih banyak tentang rasa memanusiakan, tapi seolah kita merasa kalau orang lain tidak adil dan selalu berpendapat paling benar, padahal benar dan salah hanya sebuah tentang memahami dari sudut pandang yang berbeda. 











grow>>

Kita sekarang tumbuh menjadi dewasa banyak waktu yang terbuang dan banyak tempat yang tak pernah kita kunjungi, kita seolah terjebak dalam kehidupan yang miring, yaitu kita hidup didalamnya tapi kita seolah tak pernah merasakan apa yang sedang kita rasakan, simpelnya seperti itu, kita termakan oleh budaya sosial media yang terkadang harus menuntut kita selalu sempurna, tetapi hidup sebenarnya adalah kita bisa berdamai dengan diri kita sendiri, bisa menghargai dan selalu menjadi diri sendiri tanpa bersusah payah menjadi orang lain. Ini tentang pilihan hidup yang tetap harus kita jalani sampai saat ini, meski orang di sekelilingmu tidak pernah mau tahu, kita pernah merasakan tidak dihargai dalam hal pilihan hidup, kita yang cenderung selalu mendengarkan cacian-cacian lembut dari bibir mereka, padahal bukan mereka yang menjalani tapi ternyata banyak yang berlagak paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Apa hasilnya selalu baik? Tentu tidak, dan apa hasilnya akan selalu buruk? Tentu tidak juga. Kita sebenarnya sedari kecil sudah diajarkan akan sebuah toleransi dan saling menghormati sesuatu yang beda. Itulah sedikit yang semesta berikan kepada kita bahwa terkadang hidup tidak selalu berjalan dengan baik, tapi terkadang hidup selalu memberikan sesuatu yang kusut dan kita harus mampu meluruskannya. Atau sebenarnya itu hanya ada dalam skenario mimpi saja, yang kita takkan pernah melewatinya.

Semoga hanya dugaanku saja..    (...)




Komentar

Postingan Populer